Pages

Sabtu, 31 Desember 2011

TANAMAN PANGAN

TANAMAN PANGAN

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996, dikenal dua istilah penting tentang pangan, yaitu sistem pangan dan ketahanan pangan . sistem pangan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan peraturan, pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan atau produksi pangan peredaran pangan sampai dikonsumsi manusia. Sementara, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga dengan terpenuhinya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutu, aman , merata dan terjangkau.
Pangan diartikan segala sesuatu yang bersumber dari sumber hayati dan air, baik olahan atau masih mentah. Pangan diperuntukan bagi konsumsi manusia sebagai makanan atau minuman , termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan , dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan , pengolahan  dan pembuatan makanan dan minuman
.
Peluang Pasar
 
Kebutuhan terhadap tanaman pangan akan selalu ada. Hal ini disebabkan setiap hari tanaman pangan selalu dikonsumsi masyarakat indonesia. Oleh karena itu , ketersediaan pangan harus tetap terjaga. Namun, pangan dalam negeri belum bisa terpenuhi makanya harus impor tiap tahunnya. Beras , kedelai, jagung dan bahan pangan lainnya harus mengimpor untuk terpenuhinya kebutuhan pangan dalam negeri. Jadi , peluang terhadap tanaman pangan akan selalu terbuka.

Purwono. Heni.P.2011.Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Uggul.Jakarta:Penebar Swadaya

Pengertian Agribisnis



Pengertian agribisnis sekarang ini semakin meluas. Menurut  pandangan ini , agribisnis mencakup keseluruhan perusahaan yang terkait  dengan kegiatan . Artinya , agribisnis meliputi seluruh sektor bahan masukan , usaha tani, produk yang memasok bahan masukan usaha tani , terlibat dalam produksi; dan pada akhirnya menangani pemrosesan , penyebaran , penjualan secara borongan dan penjualan eceran produk kapada konsumen akhir. Jadi agribisnis adalah seluruh sistem produksi dan distribusi bahan pangan.
Sektor Produksi Usaha Tani
                Sektor pusat dalam agribisnis adalah sektor produksi usaha tani . Apabila ukuran , tingkat keluaran , dan efisiensi sektor ini bertambah , sektor ini bertambah , sektor lain juga akan ikut bertambah. Baik buruknya keadaan sektor ini akan berdampak langsung terhadap situasi keuangan sektor masukan dan sektor keluaran agribisnis.
                Dalam mengelola suatu sistem agribisnis sangat dibutuhkan manajemen agribisnis. Orang yang menyiapkan organisasi dengan kepemimpinanny dan bertindak sebagai penghubung perubahan disebut manajer. Seorang yang berkeinginan menerima tanggung jawab atas perubahan dan menjadi katalisator suatu tindakan.
                Prinsip umum manajemen kepada unik agribisnis dan manajemen agribisnis beberapa hal membedakan manajemen agribisnis dengan manajemen lainnya antara lain:
1.       Keanekaragaman jenis bisnis yang sangat besar pada sektor agribisnis; yaitu dari para produsen dasar sampai para pengirim , perantara, pedagang borongan , pemroses  , pengepak , pembuat barang , usaha pergudangan, pengangkut , lembaga keuangan, pengecer dan kongsi bahan pangan.
2.       Besarnya jumlah agribisnis. Yaitu rute kegiatan dari produsen sampai ke pemasar eceran.
3.       Cara pembentukan agribisnis dasar di sekeliling pengusaha tani.
4.       Keanekaragaman yang tidak menentu dalam hal ukuran agribisnis.
5.       Falsafah hidup tradisioanal yang dianut para pekerja agribisnis .
6.       Kenyataan bahwa badan usaha agribisnis cenderung berorientasi pada keluarga. Banyak agribisnis dijalankan oleh keluarga.
7.       Kenyataan bahwa agribisnis cenderung berorientasi pada masyarakat.
8.       Kenyataan bahwa agribisnis menjadi industri besar walaupun bersifat musiman. Karena hubungan yang sangat erat dan saling tergantung antara agribisnis dengan para pengusaha tani, dan karena sifat alami musim tanam dan panen .
9.       Agribisnis bertalian dengan gejala alam.
10.   Dampak dari program dan kebijakan pemerintah mengena langsung kepada agribisnis.

Downey. W.D.Steven.P.E.Manajemen Agribisnis.Jakarta : Erlangga .